Sesuai dengan janji saya untuk menulis 4 seri tulisan (satu seri berisi 10 item) materi Cara Gila Jadi Entrepreneur . Maka berikut ini saya uraikan Sepuluh Resume Keempat (TERAKHIR) dalam Cara Gila Jadi Entrepreneur :
31. Bisnis itu sebenarnya ga jelas (maksudnya ???)
Pada saat mulai merintis sebuah bisnis sebenarnya seorang Entrepreneur belum mengetahui secara pasti apakah bisnisnya tsb akan untung atau malah buntung, akan memperoleh profit atau malah pailit, tapi karena kita sudah masuk kepada tahapan cara gila yang keempat atau tahapan terakhir ini, yang tentu saja ilmu kita sudah lumayan tinggi he he he, dimana pada cara gila yang pertama jurus satu dikatakan bahwa action dulu, ga usah kebanyakan hitung-hitugan, ga usaha kebanyakan mikir, justru kalau kebanyakan mikir malah ga jadi buka terus dan nasib usaha anda seperti kita bahas sebelumnya hanya akan sebatas proposal dan proposal terus. Dalam dunia bisnis ini dimana kita dianjurkan untuk tidak hanya menggeluti satu bidang saja tapi lebih baik banyak bidang dan tidak hanya di satu tempat saja tapi lebih baik di banyak tempat, karena ga jelas juga dari jenis bisnis mana kita akan mendapatkan profit yang besar dan dari tempat mana kita akan meraih laba yang tinggi yang akan menghantarkan kita menjadi seorang milyuner atau bahkan triyulner. Meminjam istilahnya seorang penulis Best Seller Habiburrahman El-Sirodzi dalam Ketika Cinta Bertasbih-nya, dikatakan disana bahwa dalam menjalankan roda bisnis, kita dianjurkan untuk menaruh telor dibanyak keranjang dan kita tidak tau sebenarnya telor di keranjang mana yang akan menetas atau telor di keranjang mana yang akan menetas lebih banyak. Jadi sekali lagi sebenarnya bisnis itu sebenarnya ga jelas, he he he
32. Beli properti yang ada tanahnya
Pada beberapa jurus sebelumnya sering disinggung masalah beli properti baik itu rumah, kios, ruko atau bahkan apartemen untuk menunjang bisnis kita, maka di jurus ke-32 ini akan diperjelas bahwa jangan sampai kita salah dalam membeli properti karena properti yang bisa jadi alternatif untuk investasi bukanlah sembarang properti melainkan properti yang ada tanahnya, loe emg ada properti yang ga ada tanahnya, alias properti hantu he he he .....
Jawabannya adalah ada, coba deh liat di beberapa pusat perbelanjaan katakanlah mall, kan yang namanya mall pasti bertingkat donk dan kalo bertingkat pasti ga smuanya menginjak tanah, nah itulah maksud saya, kalau memang mau berinvestasi dengan membeli properti di mall tsb maka belilah properti yang langsung mengjinjak tanah maka harganya akan jauh lebih cepat naik dibanding yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
33. Kalau ada uang banyak deposito saja
...Bersambung .....smuanya ada 10 item
mrupakan hasil pembelajaran tentang kehidupan yang dirilis kembali sebagai catatan perjalanan sepanjang hayat
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Wednesday, August 11, 2010
Sepuluh Resume Ke-3 Cara Gila Jadi Entrepreneur
Sesuai dengan janji saya untuk menulis 4 seri tulisan (satu seri berisi 10 item) materi Cara Gila Jadi Entrepreneur . Maka berikut ini saya uraikan Sepuluh Resume Ketiga dalam Cara Gila Jadi Entrepreneur :
21. Beli properti apapun dengan cara kredit > BODOL
Seorang Entrepreneur dianjurkan untuk membeli properti disamping tetap menjalankan bisnisnya. Properti yang dibeli bisa berupa rumah, ruko atau tanah yang berada di lokasi strategis. Bagi yang selama ini menjalankan bisnisnya denga cara menyewa ruko maka tidak ada salahnya untuk coba membeli saja ruko tsb (itu kalo dijual ya sama yang punya..., nah teknis pembeliannya jangan sekali-kali dengan cara cash karena untungnya akan kecil tetapi beli saja dengan cara kredit. Jadi misalkan anda akan membeli ruko seharga 400 juta dan anda kebenaran punya uang 400 juta juga maka jangan gunakan uang anda smuanya hanya untuk membeli satu buah ruko saja melainkan cukup anda DP 100 juta saja dan sisanya sebesar 300 juta anda kredit saja dengan BANK (saya anjurkan BANK Syariah ya..) lah terus mau dikemanakan sisa uang anda yang 300 juta lagi ??? ya udah cari ruko lain lagi jadi ada kemunkinan anda bisa membeli 4 ruko yang sama sekaligus, kan males tuh masak beli ruko cuman satu, ya udah beli lagi...(masalah teknis bagaimana agar di approve smua sama BANK nah itu yang mesti anda cermati). Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
22. Re-Finance properti anda, pilih angsuran yg terpanjang
Jika anda memiliki properti sebagai tambahan dari main bisnis anda, maka saya anjurkan untuk re-finance terus properti anda. Misalkan di awal anda mengambil properti tsb dengan masa cicilan 15 thn, setelah jalan kurang lebih 5 thn, re-finance lagi properti anda tsb sehiggga masa cicilannya kembali menjadi 15 thn lagi dan setelah jalan lagi kurang lebih 5 thn re-finance lagi properti anda tsb, dst dst begitu, jadi properti anda jangan sampai lunas dan jangan sampai sertipikatnya jatuh ke tangan anda, titipkan terus di BANK, begitu kata mas Purdi, tapi terus terang saya pribadi belum mengetahui teknik re-finance ini agar memenuhi cara syar'i- ???
Nah apa keuntungannya ??? dengan dilakukannya refinance dalam jangkan waktu 5 thn berjalan tentu saja harga properti tsb sudah mengalami kenaikan yang lumayan, misal harga rumah anda tsb 300 juta dengan masa cicilan 15thn, dengan asumsi margin 12.75% maka setalah masa cicilan 5 thn niscaya harga pokok cicilan anda menjad tinggal 253 juta lagi atau anggaplah 250 juta lagi (biar gampang ngitungnya he he) nah jika properti tsb di refinance 5 thn lagi ke BANK yang sama atau BANK yang lain tentu saja harga saat itu sudah lumayan tinggi munkin sudah dihargai 400 juta, berarti anda punya selisih harga sebesar 400 - 250= 150 juta, nah dapat duit kan? he he he, begitu setreusnya tiap lima tahun sekali anda dapat duit, enak toh, mantab toh
23. Franchise-kan bisnis anda
Kalau bisnis anda ingin cepat maju dan kebenaran ada orang yang berminat untuk membuka cabang dari bisnis anda tsb, terus bisa ga di franchise-kan saja....? saya pikir why not ? . Sebuah bisnis yang di franchise-kan sebenarnya tidak harus menunggu besar dulu. Jadi pada saat nama bisnis anda sudah lumayan top, ya udah itulah saatnya anda franchise-kan bisnis anda tsb. Misal nama toko anda Prabu Komputer dan kebenaran sudah lumayan ngetop di seantoro Kota Prabumulih, Kota Palembang dan sekitarnya serta ada yang berminat untuk membuka bisnis yang sejenis dengan nama yang sama maka why not ??? Franchise kan saja, enak toh, mantab toh, ha ha ha ha (laugh Mbah Surip)
24. Hutang harus naik terus
Seorang Entrepreneur dikatakan berhasil bukan hanya dilihat dari besarnya usahanya saja atau banyaknya aset yang dia punya atau juga berapa jenis usaha yang dijalankannya melainkan dilihat juga dari berapa besar utangnya di BANK, he he he. Seorang Entrepreneur sejati harus terus berusaha agar jumlah hutangnya di BANK makin hari makin bertambah dan makin tahun makin naik, loe kok bisa Pak??? lah iyalah, karena seorang Entrepreneur harus selalu memiliki keinginan untuk membuka berbagai jenis usaha dan tidak hanya fokus pada satu jenis usaha saja dan tentu saja harus selalu optimis bahwa usaha barunya itu akan berhasil. Pertanyaan selanjutnya adalah untuk membuka ladang usaha baru tsb uangnya darimana rek ??? yah dari mana lagi kalau ga dari BANK, kan dari awal sudah saya anjurkan bahwa jangan sekali-kali membuka usaha dengan uang sendiri, melainkan manfaatkanlah fasilitas pinjaman dari BANK (saya rekomendasikan BANK Syariah ya...). Jadi kalau makin hari usaha kita makin besar dan makin banyak macam dan jenisnya maka tentu saja hutang kita di BANK harus makin banyak dan yang perlu diingat bahwa hutang kita di BANK tsb harus bisa dicicil dengan laba hasil usaha itu sendiri jadi tidak membebani dompet pribadi kita. Jadi kalau ada Entrepreneur yang hutangnya banyak, bagus itu ..... berarti jenis dan macam usahanya banyak juga dan otomatis karyawan yang dipekerjakan juga banyak sehingga makin banyak yang berdo'a untuk keberhasilan usaha-usaha tsb.
25. Gol darah A untuk job keuangan
Dalam melakukan recrutmen karyawan untuk bidang-bidang tertentu kadang-kadang memang harus dilihat secara lebih detil biodatanya. Misalkan saja di Jepang, untuk karyawan yang mengurusi bagian keuangan diutamakan orang yang bergolongan darah A, karena disinyalir bahwa orang yang bergolongan darah A ini tidak kreatif. Adalah sangat berbahaya jika orang yang megang keuangan itu merupakan orang yang kreatif, tau sendirilah apa yang akan dilakukan terhadap laporan keuangan, bisa diakal-akalin, bisa diapainlah ha ha ha, tapi itu disinyalir bukan smuanya begitu, tapi saya pikir ada baiknya juga diterapkan di perusahaan yang anda buka.
26. Gol darah B untuk job marketing
Berbeda dengan urusan keuangan yang idealnya di pegang oleh orang bergolongan darah A, maka di Jepang untuk karyawan yang mengurusi bagian marketing diutamakan orang yang bergolongan darah B, karena disinyalir bahwa orang yang bergolongan darah B ini sangat kreatif. Kreatifitas seseorang adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk melakukan berbagai strategi marketing yang jempolan, yang pantang menyerah untuk melakukan terobosan-terobosan baru, yang bisa menembus pasar dan pada akhirnya memenangi persaingan. Walaupun ini merupakan sesuatu yang disinyalir ideal tapi saya pikir tidak ada salahnya juga bila mau diterapkan di perusahaan yang anda bidan. Pertanyaan selanjutnya adalah untuk apakah orang-orang yang bergolongan darah AB dan O, apakah ga berguna trus ga usah di rekrut atau bagaimana, he he he.... Kalau menurut saya pribadi bukan menurut Mas Purdi yah....(ini menurut Mas Khalid, he he he) untuk gol darah AB bisa diandalkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan research atau penelitian karena orang seperti ini bisa diandalkan kejujurannya sekaligus kekreatifannya dan kedua-duanya sangat dibutuhkan dalam dunia research, karena seorang peneliti itu boleh saja salah tapi tidak di izinkan untuk bohong (tidak jujur) dan untuk kreatifitas jelas sangat dibutuhkan sekali. Nah sekarang untk yang bergolongan darah O apa hanya dibutuhkan untuk tranfusi darah aja tuh ??? sebentar kawan, jangan kecewa dulu donk, sekali lagi kalau menurut saya pribadi bukan menurut Mas Purdi yah....(ini menurut Mas Khalid, he he he), untuk golongan darah O itu cocoknya jadi Owner, kan sudah sesuai initial namanya O, he he he
27. Buka bisnis yang membuat orang bayar di muka
Penting bagi kalangan Entrepreneur yang tidak punya modal atau punya modal tapi sedikit adalah berusaha membuka bisnis yang membuat orang membayar di muka. Banyak sekali sebenarnya ladang bisnis yang bisa seperti itu misalkan saja bimbel, servis rutin, asuransi, KBIH, etc. Banyak teman saya yang membuka bisnis bimbel dengan menggunakan sistem pembayaran per bulan dan rata-rata siswa bimbel itu akan berkurang di bulan ke-4 atau ke-5 walaupun ada juga yang bertambah, ada saja keluhan dari peserta bimbel itu, entah metode belajarnya mirip-mirip di sekolah lah, entah lokasinya kejauhan dari rumah lah, entah tentornya ga enak lah dll dll.
Berbeda halnya jika kita membuka bisnis bimbel ini dengan cara sistem paket per tahun dimana semua siswa yang akan ikut bimbel diharuskan membayar dimuka, walaupun pada prakteknya bisa diangsur 2-3 kali, asal tidak per bulan saja. Nah jika kita menerapkan sistem ini mau ga mau orang akan tetap bersama kita minimal selama 1 tahun dan tentu saja peluang ini bukan merupakan ajang bagi kita untuk asal-asalan walaupun orang sudah membayar di muka karena boleh jadi kita tahun ini untung dengan keberhasilan kita menguide banyak siswa tetapi jangan harap tahun depan kita akan meraih jumlah siswa yang lebih banyak lagi atau minimal sama jika kita tidak professional dalam menjalankannya. Demikian juga halnya dengan jenis bisnis yang lain sperti asuransi, KBIH, servis rutin dll, asal jangan diterapkan di restoran aja, masak orang harus bayar dulu 1 tahun sementara orang tsb belum tentu makan terus di resto kita, he he he. btw.... tapi bisa juga loe kalau mau diterapkan di bisnis katering terutama di perusahaan2 yang punya pabrik, karena rata-rata karyawannya ribuan sehingga ga munkin mereka mengelola sendiri. Kita bisa membuka bisnis katering dengan sistem bayar dimuka tsb, misalnya saja paket 4 bulanan atau 6 bulanan atau bisa jadi langsung setahun.
28. Selain malas harus konyol
Aktivitas memberi memang secara logika akan mengurangi uang/harta kita padahal sebenarnya malah sebaliknya, sekilas kedengarannya konyol, tapi kalau kita yakin maka InsyaAllah harta kita, uang kita, yang kita berikan entah itu berbentuk shodaqoh, infaq dll akan kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar, bisa 2 kali lipat, 10 kali lipat sampai tak berhingga, apalagi kalau sudah mengikuti pengajian dari "Ustadz Sedekah" Yusuf Mansur maka InsyaAllah kita akan semakin termotivasi untuk memberi. Sebagai umat islam yang yakin akan adanya hari akhir, disamping kita akan mendapatkan rezeki dalam jumlah yang lebih besar dari apa yang kita berikan maka Insyaallah pahala dari Allah pun sudah menanti kita dan bisa menjadi bekal kelak di hari akhir,.......InsyaAllah. Karena itu menurut mas Purdi, kalau kita mau pinjam ke BANK jangan cari BANK yang marginnya (baca konvensional "bunga") kecil tapi malah sebaliknya, carilah BANK yang menerapkan margin yang tinggi atau besar karena dengan penerapan margin yang tinggi itu sebenarnya kita akan berbuat sosial yang lebih tinggi karena aktivitas memberi kita akan lebih besar dan akhir,....Insyaallah kita akan mendapatkan laba yang jauh lebih besar dari itu, memang kedengarannya konyol sich ......
29. Beli properti yang mendapatkan uang
Tidak selamanya membeli properti itu harus keluar uang yang banyak atau harus mencicil dengan jumlah uang yang mencekik leher tapi malah sebaliknya jika kita smart memanfaatkan peluang maka kita bisa mendapatkan uang dari aktivitas membeli properti itu sendiri. Caranya begini, anda cari properti yang harganya murah, biasanya di BANK ada tuh suatu bagian yang mengurus bagian kredit macet dan biasanya properti yang sudah dinyatakan dalam status kredit macet akan di lelang dengan harga yang murah, nah anda dapatkan itu dan anda carilah bank lain yang bisa membeli properti itu dengan harga yang tinggi, Misal di BANK A properti itu dihargai 200 juta maka cari bank yang melakukan taksiran tertinggi terhadap properti tsb, Misal BANK B menaksir tertinggi dengan harga 300 juta, selisihnya ada berapa tuh 100 juta kan ??? anda DP 20% dari 300 juta atau sebesar 60 juta dan masih selisih 100-60 = 40 juta, dengan uang sebesar 40 juta itu anda bisa membangun bisnis yang kelak bisa membiayai cicilan rumah itu sendiri, minimal kalau ga seluruhnya, bisa bantu setengahnya atau seperempatnyapun sudah lumayan, tapi dari sisi syariah saya pribadi (Khalid) belum menemukannya bahwa itu adalah halal, yang bisa anda lakukan untuk memenuhi unsur syariah adalah anda melakukan renovasi dengan uang 60 juta tsb dan sebagai solusi usaha untuk uang yang sudah terpakai tadi agar bisa membantu membayar hutang properti tsb adalah anda sewakan properti tsb yang hasil sewanya bisa di gunakan untuk mambantu membayar properti tsb. Terkait dengan properti ini sudah kita uraikan diatas bahwa hal ini merupakan suatu cara investasi yang sangat sangat menjanjikan.
30. Jangan pernah jual properti
Sebagai seorang Entrepreneur pasang surut dalam berbisnis adalah makanan sehari-hari apalagi sebagai seorang Entrepreneur muda dan baru, munkin lebih banyak surutnya dibanding pasangnya. Sebagai konsekuensinya kadang seorang Entrepreneur terpaksa menjual properti yang dia punyai untuk mencover bisnisnya yang lagi surut, entah untuk menambah modal, membayar hutang jatuh tempo, membayar gaji karyawan dll dll, tetapi hal itu menurut mas Purdi adalah suatu kesalahan besar karena menurut mas Purdi seorang Entrepreneur itu jangan sekali-kali menjual propertinya, karena properti itu salah satu cara investasi yang sangat-sangat menjanjikan dan sebagai solusinya adalah anda refinance properti anda tsb karena seringkali sebuah properti lebih berharga jika di refinance daripada di jual dan dengan cara refinance ini bukan hanya properti tsb tetap menjadi milik anda maka uang pun bisa anda dapatkan untuk memback-up bisnis anda yang sedang surut tadi.
....Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-4 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
21. Beli properti apapun dengan cara kredit > BODOL
Seorang Entrepreneur dianjurkan untuk membeli properti disamping tetap menjalankan bisnisnya. Properti yang dibeli bisa berupa rumah, ruko atau tanah yang berada di lokasi strategis. Bagi yang selama ini menjalankan bisnisnya denga cara menyewa ruko maka tidak ada salahnya untuk coba membeli saja ruko tsb (itu kalo dijual ya sama yang punya..., nah teknis pembeliannya jangan sekali-kali dengan cara cash karena untungnya akan kecil tetapi beli saja dengan cara kredit. Jadi misalkan anda akan membeli ruko seharga 400 juta dan anda kebenaran punya uang 400 juta juga maka jangan gunakan uang anda smuanya hanya untuk membeli satu buah ruko saja melainkan cukup anda DP 100 juta saja dan sisanya sebesar 300 juta anda kredit saja dengan BANK (saya anjurkan BANK Syariah ya..) lah terus mau dikemanakan sisa uang anda yang 300 juta lagi ??? ya udah cari ruko lain lagi jadi ada kemunkinan anda bisa membeli 4 ruko yang sama sekaligus, kan males tuh masak beli ruko cuman satu, ya udah beli lagi...(masalah teknis bagaimana agar di approve smua sama BANK nah itu yang mesti anda cermati). Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
22. Re-Finance properti anda, pilih angsuran yg terpanjang
Jika anda memiliki properti sebagai tambahan dari main bisnis anda, maka saya anjurkan untuk re-finance terus properti anda. Misalkan di awal anda mengambil properti tsb dengan masa cicilan 15 thn, setelah jalan kurang lebih 5 thn, re-finance lagi properti anda tsb sehiggga masa cicilannya kembali menjadi 15 thn lagi dan setelah jalan lagi kurang lebih 5 thn re-finance lagi properti anda tsb, dst dst begitu, jadi properti anda jangan sampai lunas dan jangan sampai sertipikatnya jatuh ke tangan anda, titipkan terus di BANK, begitu kata mas Purdi, tapi terus terang saya pribadi belum mengetahui teknik re-finance ini agar memenuhi cara syar'i- ???
Nah apa keuntungannya ??? dengan dilakukannya refinance dalam jangkan waktu 5 thn berjalan tentu saja harga properti tsb sudah mengalami kenaikan yang lumayan, misal harga rumah anda tsb 300 juta dengan masa cicilan 15thn, dengan asumsi margin 12.75% maka setalah masa cicilan 5 thn niscaya harga pokok cicilan anda menjad tinggal 253 juta lagi atau anggaplah 250 juta lagi (biar gampang ngitungnya he he) nah jika properti tsb di refinance 5 thn lagi ke BANK yang sama atau BANK yang lain tentu saja harga saat itu sudah lumayan tinggi munkin sudah dihargai 400 juta, berarti anda punya selisih harga sebesar 400 - 250= 150 juta, nah dapat duit kan? he he he, begitu setreusnya tiap lima tahun sekali anda dapat duit, enak toh, mantab toh
23. Franchise-kan bisnis anda
Kalau bisnis anda ingin cepat maju dan kebenaran ada orang yang berminat untuk membuka cabang dari bisnis anda tsb, terus bisa ga di franchise-kan saja....? saya pikir why not ? . Sebuah bisnis yang di franchise-kan sebenarnya tidak harus menunggu besar dulu. Jadi pada saat nama bisnis anda sudah lumayan top, ya udah itulah saatnya anda franchise-kan bisnis anda tsb. Misal nama toko anda Prabu Komputer dan kebenaran sudah lumayan ngetop di seantoro Kota Prabumulih, Kota Palembang dan sekitarnya serta ada yang berminat untuk membuka bisnis yang sejenis dengan nama yang sama maka why not ??? Franchise kan saja, enak toh, mantab toh, ha ha ha ha (laugh Mbah Surip)
24. Hutang harus naik terus
Seorang Entrepreneur dikatakan berhasil bukan hanya dilihat dari besarnya usahanya saja atau banyaknya aset yang dia punya atau juga berapa jenis usaha yang dijalankannya melainkan dilihat juga dari berapa besar utangnya di BANK, he he he. Seorang Entrepreneur sejati harus terus berusaha agar jumlah hutangnya di BANK makin hari makin bertambah dan makin tahun makin naik, loe kok bisa Pak??? lah iyalah, karena seorang Entrepreneur harus selalu memiliki keinginan untuk membuka berbagai jenis usaha dan tidak hanya fokus pada satu jenis usaha saja dan tentu saja harus selalu optimis bahwa usaha barunya itu akan berhasil. Pertanyaan selanjutnya adalah untuk membuka ladang usaha baru tsb uangnya darimana rek ??? yah dari mana lagi kalau ga dari BANK, kan dari awal sudah saya anjurkan bahwa jangan sekali-kali membuka usaha dengan uang sendiri, melainkan manfaatkanlah fasilitas pinjaman dari BANK (saya rekomendasikan BANK Syariah ya...). Jadi kalau makin hari usaha kita makin besar dan makin banyak macam dan jenisnya maka tentu saja hutang kita di BANK harus makin banyak dan yang perlu diingat bahwa hutang kita di BANK tsb harus bisa dicicil dengan laba hasil usaha itu sendiri jadi tidak membebani dompet pribadi kita. Jadi kalau ada Entrepreneur yang hutangnya banyak, bagus itu ..... berarti jenis dan macam usahanya banyak juga dan otomatis karyawan yang dipekerjakan juga banyak sehingga makin banyak yang berdo'a untuk keberhasilan usaha-usaha tsb.
25. Gol darah A untuk job keuangan
Dalam melakukan recrutmen karyawan untuk bidang-bidang tertentu kadang-kadang memang harus dilihat secara lebih detil biodatanya. Misalkan saja di Jepang, untuk karyawan yang mengurusi bagian keuangan diutamakan orang yang bergolongan darah A, karena disinyalir bahwa orang yang bergolongan darah A ini tidak kreatif. Adalah sangat berbahaya jika orang yang megang keuangan itu merupakan orang yang kreatif, tau sendirilah apa yang akan dilakukan terhadap laporan keuangan, bisa diakal-akalin, bisa diapainlah ha ha ha, tapi itu disinyalir bukan smuanya begitu, tapi saya pikir ada baiknya juga diterapkan di perusahaan yang anda buka.
26. Gol darah B untuk job marketing
Berbeda dengan urusan keuangan yang idealnya di pegang oleh orang bergolongan darah A, maka di Jepang untuk karyawan yang mengurusi bagian marketing diutamakan orang yang bergolongan darah B, karena disinyalir bahwa orang yang bergolongan darah B ini sangat kreatif. Kreatifitas seseorang adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk melakukan berbagai strategi marketing yang jempolan, yang pantang menyerah untuk melakukan terobosan-terobosan baru, yang bisa menembus pasar dan pada akhirnya memenangi persaingan. Walaupun ini merupakan sesuatu yang disinyalir ideal tapi saya pikir tidak ada salahnya juga bila mau diterapkan di perusahaan yang anda bidan. Pertanyaan selanjutnya adalah untuk apakah orang-orang yang bergolongan darah AB dan O, apakah ga berguna trus ga usah di rekrut atau bagaimana, he he he.... Kalau menurut saya pribadi bukan menurut Mas Purdi yah....(ini menurut Mas Khalid, he he he) untuk gol darah AB bisa diandalkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan research atau penelitian karena orang seperti ini bisa diandalkan kejujurannya sekaligus kekreatifannya dan kedua-duanya sangat dibutuhkan dalam dunia research, karena seorang peneliti itu boleh saja salah tapi tidak di izinkan untuk bohong (tidak jujur) dan untuk kreatifitas jelas sangat dibutuhkan sekali. Nah sekarang untk yang bergolongan darah O apa hanya dibutuhkan untuk tranfusi darah aja tuh ??? sebentar kawan, jangan kecewa dulu donk, sekali lagi kalau menurut saya pribadi bukan menurut Mas Purdi yah....(ini menurut Mas Khalid, he he he), untuk golongan darah O itu cocoknya jadi Owner, kan sudah sesuai initial namanya O, he he he
27. Buka bisnis yang membuat orang bayar di muka
Penting bagi kalangan Entrepreneur yang tidak punya modal atau punya modal tapi sedikit adalah berusaha membuka bisnis yang membuat orang membayar di muka. Banyak sekali sebenarnya ladang bisnis yang bisa seperti itu misalkan saja bimbel, servis rutin, asuransi, KBIH, etc. Banyak teman saya yang membuka bisnis bimbel dengan menggunakan sistem pembayaran per bulan dan rata-rata siswa bimbel itu akan berkurang di bulan ke-4 atau ke-5 walaupun ada juga yang bertambah, ada saja keluhan dari peserta bimbel itu, entah metode belajarnya mirip-mirip di sekolah lah, entah lokasinya kejauhan dari rumah lah, entah tentornya ga enak lah dll dll.
Berbeda halnya jika kita membuka bisnis bimbel ini dengan cara sistem paket per tahun dimana semua siswa yang akan ikut bimbel diharuskan membayar dimuka, walaupun pada prakteknya bisa diangsur 2-3 kali, asal tidak per bulan saja. Nah jika kita menerapkan sistem ini mau ga mau orang akan tetap bersama kita minimal selama 1 tahun dan tentu saja peluang ini bukan merupakan ajang bagi kita untuk asal-asalan walaupun orang sudah membayar di muka karena boleh jadi kita tahun ini untung dengan keberhasilan kita menguide banyak siswa tetapi jangan harap tahun depan kita akan meraih jumlah siswa yang lebih banyak lagi atau minimal sama jika kita tidak professional dalam menjalankannya. Demikian juga halnya dengan jenis bisnis yang lain sperti asuransi, KBIH, servis rutin dll, asal jangan diterapkan di restoran aja, masak orang harus bayar dulu 1 tahun sementara orang tsb belum tentu makan terus di resto kita, he he he. btw.... tapi bisa juga loe kalau mau diterapkan di bisnis katering terutama di perusahaan2 yang punya pabrik, karena rata-rata karyawannya ribuan sehingga ga munkin mereka mengelola sendiri. Kita bisa membuka bisnis katering dengan sistem bayar dimuka tsb, misalnya saja paket 4 bulanan atau 6 bulanan atau bisa jadi langsung setahun.
28. Selain malas harus konyol
Aktivitas memberi memang secara logika akan mengurangi uang/harta kita padahal sebenarnya malah sebaliknya, sekilas kedengarannya konyol, tapi kalau kita yakin maka InsyaAllah harta kita, uang kita, yang kita berikan entah itu berbentuk shodaqoh, infaq dll akan kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar, bisa 2 kali lipat, 10 kali lipat sampai tak berhingga, apalagi kalau sudah mengikuti pengajian dari "Ustadz Sedekah" Yusuf Mansur maka InsyaAllah kita akan semakin termotivasi untuk memberi. Sebagai umat islam yang yakin akan adanya hari akhir, disamping kita akan mendapatkan rezeki dalam jumlah yang lebih besar dari apa yang kita berikan maka Insyaallah pahala dari Allah pun sudah menanti kita dan bisa menjadi bekal kelak di hari akhir,.......InsyaAllah. Karena itu menurut mas Purdi, kalau kita mau pinjam ke BANK jangan cari BANK yang marginnya (baca konvensional "bunga") kecil tapi malah sebaliknya, carilah BANK yang menerapkan margin yang tinggi atau besar karena dengan penerapan margin yang tinggi itu sebenarnya kita akan berbuat sosial yang lebih tinggi karena aktivitas memberi kita akan lebih besar dan akhir,....Insyaallah kita akan mendapatkan laba yang jauh lebih besar dari itu, memang kedengarannya konyol sich ......
29. Beli properti yang mendapatkan uang
Tidak selamanya membeli properti itu harus keluar uang yang banyak atau harus mencicil dengan jumlah uang yang mencekik leher tapi malah sebaliknya jika kita smart memanfaatkan peluang maka kita bisa mendapatkan uang dari aktivitas membeli properti itu sendiri. Caranya begini, anda cari properti yang harganya murah, biasanya di BANK ada tuh suatu bagian yang mengurus bagian kredit macet dan biasanya properti yang sudah dinyatakan dalam status kredit macet akan di lelang dengan harga yang murah, nah anda dapatkan itu dan anda carilah bank lain yang bisa membeli properti itu dengan harga yang tinggi, Misal di BANK A properti itu dihargai 200 juta maka cari bank yang melakukan taksiran tertinggi terhadap properti tsb, Misal BANK B menaksir tertinggi dengan harga 300 juta, selisihnya ada berapa tuh 100 juta kan ??? anda DP 20% dari 300 juta atau sebesar 60 juta dan masih selisih 100-60 = 40 juta, dengan uang sebesar 40 juta itu anda bisa membangun bisnis yang kelak bisa membiayai cicilan rumah itu sendiri, minimal kalau ga seluruhnya, bisa bantu setengahnya atau seperempatnyapun sudah lumayan, tapi dari sisi syariah saya pribadi (Khalid) belum menemukannya bahwa itu adalah halal, yang bisa anda lakukan untuk memenuhi unsur syariah adalah anda melakukan renovasi dengan uang 60 juta tsb dan sebagai solusi usaha untuk uang yang sudah terpakai tadi agar bisa membantu membayar hutang properti tsb adalah anda sewakan properti tsb yang hasil sewanya bisa di gunakan untuk mambantu membayar properti tsb. Terkait dengan properti ini sudah kita uraikan diatas bahwa hal ini merupakan suatu cara investasi yang sangat sangat menjanjikan.
30. Jangan pernah jual properti
Sebagai seorang Entrepreneur pasang surut dalam berbisnis adalah makanan sehari-hari apalagi sebagai seorang Entrepreneur muda dan baru, munkin lebih banyak surutnya dibanding pasangnya. Sebagai konsekuensinya kadang seorang Entrepreneur terpaksa menjual properti yang dia punyai untuk mencover bisnisnya yang lagi surut, entah untuk menambah modal, membayar hutang jatuh tempo, membayar gaji karyawan dll dll, tetapi hal itu menurut mas Purdi adalah suatu kesalahan besar karena menurut mas Purdi seorang Entrepreneur itu jangan sekali-kali menjual propertinya, karena properti itu salah satu cara investasi yang sangat-sangat menjanjikan dan sebagai solusinya adalah anda refinance properti anda tsb karena seringkali sebuah properti lebih berharga jika di refinance daripada di jual dan dengan cara refinance ini bukan hanya properti tsb tetap menjadi milik anda maka uang pun bisa anda dapatkan untuk memback-up bisnis anda yang sedang surut tadi.
....Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-4 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
Sepuluh Resume Ke-2 Cara Gila Jadi Entrepreneur
Sesuai dengan janji saya untuk menulis 4 seri tulisan (satu seri berisi 10 item) materi Cara Gila Jadi Entrepreneur . Maka berikut ini saya uraikan Sepuluh Resume Kedua dalam Cara Gila Jadi Entrepreneur :
11. Jika perlu promosikan sendiri usaha anda
Berbeda dengan sebuah perusahaan yang sudah besar sekaliber microsoft atau yang lainya yang umunya sudah ada departement marketing sendiri maka usaha yang baru kita rintis terkadang harus melibatkan kita sendiri dalam mempromosikannya dan itu aku pikir bagus sekali. Banyak cara yang bisa dilakukan, sebagai contoh yang diambil dari materi ini adalah seperti yang dilakukan oleh pemilik "Warung Bak Mie MBah Mo" dimana pemiliknya sendiri melakukan promosi dengan ngomong ke orang-orang yang di temuinya di tempat lain entah itu di warung nasi entah itu di warung bakso, warung kopi atau bahkan ketemu di jalan, dia bilang apa ??? dia bilang bahwa di tempat X ada warung bak mie yang enak loe, pokoknya rasanya gimana gitu, namanya bak mie mbah mo, padahal dia sendiri yang punya warung bak mie tsb, atau pernah juga dengan mengirim atensi lagu di radio dengan ucapan yang tertulis di atensi tsb adalah "lagu ini dikirim buat pemilik bak mie mbah mo yang rasanya enak...bla bla bla... akhirnya apa orang lain pada tau bahwa di tempat X tsb ada bak mie mbah mo dan orang pada ngantri makan disitu, padahal loe...tempatnya itu terpencil, ditambah tempat makanya ga enak jauh dari kesan nyaman apalagi elit dll dll, tapi karena orang2 tsb sudah kemakan sama strategi pemasaran yang khas tsb ya gt deh pada ngantri dan Omzetnya sehari itu 6 ~ 7 juta dahsyat kan ????, itu salah satu contoh. Ada contoh lain yaitu seseorang yang baru membuka Resto Padang Balado, apa yang dia lakukan pada H-3 pembukaan restonya ??? dia membeli 20 buah karangan bunga dan pada masing-masing karangan bunga itu ditulislah oleh dia sendiri ucapan selamat atas dibukanya resto balado tsb dari BNI lah, BCA lah, Mandiri dll dll sampai dengan 20 buah karangan bunga itu ditulis satu persatu dan di jejer2 oleh di sepanjang kaki lima resto tsb, akhirnya apa ??? orang-orang yang lewat jadi penasaran kan...wah ada resto yangbaru buka, relasiya banyak bangat, jangan2 enak loe ...ha ha ha ada2 saja ya ????
Dan di era internetan seperti saat ini apalagi di jamannya booming FB, maka tidak ada salahnya jika anda berpromo ria dengan menulis status di FB anda, misalnya saja anda menulis status : "Promo Tek-One, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... segera saya tunggu di gang Senggol, depan tengkulak duren Bik Cek. Tek-One Mang Botak : Kepuasan Pelanggan Adalah Number One"
12. Buat Name Card (Direktur Utama, Komisaris Utama, Owner, etc)
Mulailah bisnis anda dengan cara membuat kartu nama dengan embel-embel sebagai pengusaha entah tulisannya sebagai Direktur, Komisaris, Komisaris Utama, Owner, etc baik ketika bisnis anda masih kecil atau bahkan baru sebatas planing doank, ga masalah, toh waktu kita membagi-bagikan kartu nama tersebut ga ditanyain mana SIUPnya, NPWP, dll dll. Ya paling ga dengan kartu nama tersebut orang sudah mulai tau jenis usaha anda atau jenis usaha yang segera akan anda jalankan dan juga bisa menambah semangat anda tatkala bisnis itu baru sebatas planing. Sebenarnya banyak sekali fungsi dari kartu nama tersebut, diantaranya seperti lebih keliatan profesional, orang pasti lebih cepat ingat dengan nama anda, orang tau no HP anda sekaligus alamat rumah & kantor anda serta tentu saja email beserta website anda yang kesemuanya ga munkin (atau minimal jarang2) ditanyakan ke anda sewaktu kita baru pertama kali kenalan sama orang.
13. Pinjam uang di BANK yang banyak dan lama > BODOL
Kembali kita berbicara masalah modal, jika anda memang tidak punya modal dan anda berniat untuk mengajukan pinjaman ke sebuah BANK (Saya rekomendasikan Bank Syariah ya...) maka pinjamlah dana yang banyak sekalian dan pilih masa cicilan yang paling lama, jika perlu sampai kiamat, karena hutang itu indah he he he. Karena jika dihitung margin (baca : bunga untuk Bank Konvensional) yang dikenakan Bank kepada kita itu akan lebih kecil dari pada besar keuntungan/laba yang akan kita peroleh dari usaha yang kita jalankan dan dengan masa cicilan yang lama anda akan semakin santai untuk mengembalikannya, lebih luwes menyusun strategi dan tentu saja cicilannya akan semakin kecil, sementara dari hari ke hari laba anda akan semakin membesar seiring dengan suksesnya bisnis anda. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
14. Kelihatan rame itu penting loe ...
Bukan sekali dua kali orang tertipu atau bahasa halusnya tertarik dengan yang namanya "rame". Baik itu munkin restoran, bimbel, rental komputer, tukang daging, tengkulak beras, warung pempek dll dll. Asumsi orang apa, kalau tempat bisnis kita itu rame dikunjungi orang ??? bisa jadi orang akan menganggap murah, enak, tempatnya elegan, orangnya ramah, barangnya bagus, pelayanannya memuaskan etc etc, karena itu jika membuka bisnis, apapun itu usahakan tempat anda itu harus rame agar konsumen menjadi tertarik. Banyak sekali kiat yang bisa dilakukan untuk mejadikan tempat bisnis anda menjadi rame, seperti halnya mas Purdi sendiri waktu pertama kali buka bimbel Primagama yang daftar hanya 2 orang saja, dikit bukan ??? dan tentu saja ga rame, wong pesertanya hanya 2 orang he he he, trus apa yang dilakukan oleh mas Purdi, beliau mengratiskan bimbel Primagama tsb untuk 20 orang tetangga terbaiknya, alhasil, bimbel tsb jd lumayan rame dan apa yang terpikir oleh orang yang lewat di depan bimbel itu ??? munkin saja mereka pikir kalau methode mengajar tentornya enak atau sistem belajar yang diterapkan bagus atau biayanya murah dll dll
15. Segera buka Cabang, tidak harus nunggu besar
Pada umumnya orang menganggap bahwa sebuah bisnis harus besar dulu baru pantas membuka cabang atau sebaliknya bisnis dikatakan sudah besar kalau cabangnya sudah banyak dan ada dimana, padahal tidak mesti selalu demikian, jika anda membuka bisnis dan bisnisnya sudah jalan lumayan maka segeralah membuka cabang, tak jarang omzet cabang yang kedua terkadang lebih besar dari cabang induknya dan munkin saja cabang yang ketiga lebih gede omzetnya ketimbang induknya dan cabang yang kedua dst dst. Selain itu kan jadi keliatan lebih keren kalau ada plang atau spanduk bertuliskan :
"Prabu Komputer"Head Office : Jl. Urip Sumidiharjo No. 36 Prabumulih
Branch Office I : Jl. Entrepreneur No. 79 Prabumulih
Branch Office II : Jl. Sukses Mulia No. 81 Prabumulih dst dst
kan keliatannya gimana gitu, keliatan seolah-olah bisnisnya udah gede, ya ga ??? ha ha ha
16. Kalau takut gagal beli Franchise dulu > BOBOL
Untuk anda yang masih ada rasa ketakutan atas resiko kegagalan alias belum sepenuhnya menggunakan otak kanan alias masih ragu-ragu dalam berbisnis maka membeli Franchise adalah ilihan yang bijak, selain probabilitas kegalalannya cukup kecil (sekitar 6% kata mas Purdi) pada umumnya sebuah bisnis yang di Franchise-kan itu rata-rata sudah punya nama besar dan sistemnya keuangannya, marketingnya dll sudah tertata dengan baik. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BOBOL : Berani Optimis Bisnis Orang Lain
17. Jangan fokus pada satu bisnis saja, cukup dengan tenaga orang lain > BOTOL
Seorang Entrepreneur memang wajib hukumnya untuk fokus pada bisnisnya tetapi tidak dianjurkan untuk fokus dengan satu macam bisnis saja. Misal bisnis anda awalnya bergerak dalam bidang pendidikan, maka tidak ada salahnya anda mencoba-coba untuk terjun ke bidang lain, entah bisnis komputer, atau warung bakso dll dll. Jika anda masih ragu dengan bidang yang baru akan anda gelutin tersebut maka gunakan tenaga orang lain yang anda kenal dia dengan baik dan yang paling penting orang tersebut sudah diakui kejago-annya dalam bidang yang akan anda bidik itu, karena dalam berbisnis tidak perlu anda terjun langsung ke masalah teknisnya, anda cukup pegang managementnya dan anda menitipkan orang kepercayaan anda untuk memegang hal ikhwal keuangan pada bisnis baru anda tersebut. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BOTOL : Berani Optimis Tenaga Orang Lain
18. Jangan terampil
Jika anda bermimpi menjadi seorang Entrepreneur dan bukan seorang worker alias pekerja maka saya ingatkan ya, sekali-kali anda jangan sampai terampil, mengapa??? Karena e karena jika anda terlanjur terampil maka ada kemunkinan anda akan asyik dengan bisnis anda tsb dan akibatnya bisnis anda itu tidak berkembang karena anda sudah terlalu fokus dengan bisnis tsb. Jadi kalau anda buka bisnis cukup diawal-awal aja anda fokus dan setelah berjalan lancar segera anda tinggalkan bisnis itu untuk mencari peluang lain yang munkin lebih besar.
19. Harus Malas, punya usaha cuman satu, males ah...bikin lagi...
Sekali lagi malas itu penting buat seorang Entrepreneur, karena yang rajin sudah banyak, coba lihat data statistik berapa persen dari penduduk Indonesia yang menyandang status pekerja, cukup besar bukan ??? dan merekalah orang-orang yang wajib rajin dan mereka juga yang bikin macet Jakarta (he he he, yang merasa jadi karyawan termasuk saya, jangan marah ya) dan bandingkan dengan kecilnya jumlah pengusaha yang jumlahnya tak lebih dari 0,19% dari penduduk Indonesia. Jadi buat seorang Entrepreneur itu harus malas, jika anda baru punya satu bisnis, kan malas tuh, ya udah bikin satu lagi, kalau malas lagi ya bikin lagi ....
20. Jangan rasional, cukup pake insting, belaga GILA
Jika anda sudah terbiasa dengan otak kanan anda, maka kadang-kadang untuk membuka bisnis baru itu cukup pakai insting, jadi kalau insting anda mengatakan bahwa bisnis tsb akan sukses maka segera saja buka bisnis tsb, jangan menunggu ini itu lagi, karena kadang-kadang memang harus irrasional, sekali-kalilah ga pake otak, karena sebenarnya ga pake otak itu sebenarnya make otak juga tapi pake otak kanan, yang tanpa perhitungan. Bukankah dalam obrolan sehari-hari kita sering dengar orang bilang ga pake otak loe ya ??? berarti sebenarnya sudah pake otak, tapi otak yang irrasional.
.... Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-3 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
11. Jika perlu promosikan sendiri usaha anda
Berbeda dengan sebuah perusahaan yang sudah besar sekaliber microsoft atau yang lainya yang umunya sudah ada departement marketing sendiri maka usaha yang baru kita rintis terkadang harus melibatkan kita sendiri dalam mempromosikannya dan itu aku pikir bagus sekali. Banyak cara yang bisa dilakukan, sebagai contoh yang diambil dari materi ini adalah seperti yang dilakukan oleh pemilik "Warung Bak Mie MBah Mo" dimana pemiliknya sendiri melakukan promosi dengan ngomong ke orang-orang yang di temuinya di tempat lain entah itu di warung nasi entah itu di warung bakso, warung kopi atau bahkan ketemu di jalan, dia bilang apa ??? dia bilang bahwa di tempat X ada warung bak mie yang enak loe, pokoknya rasanya gimana gitu, namanya bak mie mbah mo, padahal dia sendiri yang punya warung bak mie tsb, atau pernah juga dengan mengirim atensi lagu di radio dengan ucapan yang tertulis di atensi tsb adalah "lagu ini dikirim buat pemilik bak mie mbah mo yang rasanya enak...bla bla bla... akhirnya apa orang lain pada tau bahwa di tempat X tsb ada bak mie mbah mo dan orang pada ngantri makan disitu, padahal loe...tempatnya itu terpencil, ditambah tempat makanya ga enak jauh dari kesan nyaman apalagi elit dll dll, tapi karena orang2 tsb sudah kemakan sama strategi pemasaran yang khas tsb ya gt deh pada ngantri dan Omzetnya sehari itu 6 ~ 7 juta dahsyat kan ????, itu salah satu contoh. Ada contoh lain yaitu seseorang yang baru membuka Resto Padang Balado, apa yang dia lakukan pada H-3 pembukaan restonya ??? dia membeli 20 buah karangan bunga dan pada masing-masing karangan bunga itu ditulislah oleh dia sendiri ucapan selamat atas dibukanya resto balado tsb dari BNI lah, BCA lah, Mandiri dll dll sampai dengan 20 buah karangan bunga itu ditulis satu persatu dan di jejer2 oleh di sepanjang kaki lima resto tsb, akhirnya apa ??? orang-orang yang lewat jadi penasaran kan...wah ada resto yangbaru buka, relasiya banyak bangat, jangan2 enak loe ...ha ha ha ada2 saja ya ????
Dan di era internetan seperti saat ini apalagi di jamannya booming FB, maka tidak ada salahnya jika anda berpromo ria dengan menulis status di FB anda, misalnya saja anda menulis status : "Promo Tek-One, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... segera saya tunggu di gang Senggol, depan tengkulak duren Bik Cek. Tek-One Mang Botak : Kepuasan Pelanggan Adalah Number One"
12. Buat Name Card (Direktur Utama, Komisaris Utama, Owner, etc)
Mulailah bisnis anda dengan cara membuat kartu nama dengan embel-embel sebagai pengusaha entah tulisannya sebagai Direktur, Komisaris, Komisaris Utama, Owner, etc baik ketika bisnis anda masih kecil atau bahkan baru sebatas planing doank, ga masalah, toh waktu kita membagi-bagikan kartu nama tersebut ga ditanyain mana SIUPnya, NPWP, dll dll. Ya paling ga dengan kartu nama tersebut orang sudah mulai tau jenis usaha anda atau jenis usaha yang segera akan anda jalankan dan juga bisa menambah semangat anda tatkala bisnis itu baru sebatas planing. Sebenarnya banyak sekali fungsi dari kartu nama tersebut, diantaranya seperti lebih keliatan profesional, orang pasti lebih cepat ingat dengan nama anda, orang tau no HP anda sekaligus alamat rumah & kantor anda serta tentu saja email beserta website anda yang kesemuanya ga munkin (atau minimal jarang2) ditanyakan ke anda sewaktu kita baru pertama kali kenalan sama orang.
13. Pinjam uang di BANK yang banyak dan lama > BODOL
Kembali kita berbicara masalah modal, jika anda memang tidak punya modal dan anda berniat untuk mengajukan pinjaman ke sebuah BANK (Saya rekomendasikan Bank Syariah ya...) maka pinjamlah dana yang banyak sekalian dan pilih masa cicilan yang paling lama, jika perlu sampai kiamat, karena hutang itu indah he he he. Karena jika dihitung margin (baca : bunga untuk Bank Konvensional) yang dikenakan Bank kepada kita itu akan lebih kecil dari pada besar keuntungan/laba yang akan kita peroleh dari usaha yang kita jalankan dan dengan masa cicilan yang lama anda akan semakin santai untuk mengembalikannya, lebih luwes menyusun strategi dan tentu saja cicilannya akan semakin kecil, sementara dari hari ke hari laba anda akan semakin membesar seiring dengan suksesnya bisnis anda. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
14. Kelihatan rame itu penting loe ...
Bukan sekali dua kali orang tertipu atau bahasa halusnya tertarik dengan yang namanya "rame". Baik itu munkin restoran, bimbel, rental komputer, tukang daging, tengkulak beras, warung pempek dll dll. Asumsi orang apa, kalau tempat bisnis kita itu rame dikunjungi orang ??? bisa jadi orang akan menganggap murah, enak, tempatnya elegan, orangnya ramah, barangnya bagus, pelayanannya memuaskan etc etc, karena itu jika membuka bisnis, apapun itu usahakan tempat anda itu harus rame agar konsumen menjadi tertarik. Banyak sekali kiat yang bisa dilakukan untuk mejadikan tempat bisnis anda menjadi rame, seperti halnya mas Purdi sendiri waktu pertama kali buka bimbel Primagama yang daftar hanya 2 orang saja, dikit bukan ??? dan tentu saja ga rame, wong pesertanya hanya 2 orang he he he, trus apa yang dilakukan oleh mas Purdi, beliau mengratiskan bimbel Primagama tsb untuk 20 orang tetangga terbaiknya, alhasil, bimbel tsb jd lumayan rame dan apa yang terpikir oleh orang yang lewat di depan bimbel itu ??? munkin saja mereka pikir kalau methode mengajar tentornya enak atau sistem belajar yang diterapkan bagus atau biayanya murah dll dll
15. Segera buka Cabang, tidak harus nunggu besar
Pada umumnya orang menganggap bahwa sebuah bisnis harus besar dulu baru pantas membuka cabang atau sebaliknya bisnis dikatakan sudah besar kalau cabangnya sudah banyak dan ada dimana, padahal tidak mesti selalu demikian, jika anda membuka bisnis dan bisnisnya sudah jalan lumayan maka segeralah membuka cabang, tak jarang omzet cabang yang kedua terkadang lebih besar dari cabang induknya dan munkin saja cabang yang ketiga lebih gede omzetnya ketimbang induknya dan cabang yang kedua dst dst. Selain itu kan jadi keliatan lebih keren kalau ada plang atau spanduk bertuliskan :
"Prabu Komputer"Head Office : Jl. Urip Sumidiharjo No. 36 Prabumulih
Branch Office I : Jl. Entrepreneur No. 79 Prabumulih
Branch Office II : Jl. Sukses Mulia No. 81 Prabumulih dst dst
kan keliatannya gimana gitu, keliatan seolah-olah bisnisnya udah gede, ya ga ??? ha ha ha
16. Kalau takut gagal beli Franchise dulu > BOBOL
Untuk anda yang masih ada rasa ketakutan atas resiko kegagalan alias belum sepenuhnya menggunakan otak kanan alias masih ragu-ragu dalam berbisnis maka membeli Franchise adalah ilihan yang bijak, selain probabilitas kegalalannya cukup kecil (sekitar 6% kata mas Purdi) pada umumnya sebuah bisnis yang di Franchise-kan itu rata-rata sudah punya nama besar dan sistemnya keuangannya, marketingnya dll sudah tertata dengan baik. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BOBOL : Berani Optimis Bisnis Orang Lain
17. Jangan fokus pada satu bisnis saja, cukup dengan tenaga orang lain > BOTOL
Seorang Entrepreneur memang wajib hukumnya untuk fokus pada bisnisnya tetapi tidak dianjurkan untuk fokus dengan satu macam bisnis saja. Misal bisnis anda awalnya bergerak dalam bidang pendidikan, maka tidak ada salahnya anda mencoba-coba untuk terjun ke bidang lain, entah bisnis komputer, atau warung bakso dll dll. Jika anda masih ragu dengan bidang yang baru akan anda gelutin tersebut maka gunakan tenaga orang lain yang anda kenal dia dengan baik dan yang paling penting orang tersebut sudah diakui kejago-annya dalam bidang yang akan anda bidik itu, karena dalam berbisnis tidak perlu anda terjun langsung ke masalah teknisnya, anda cukup pegang managementnya dan anda menitipkan orang kepercayaan anda untuk memegang hal ikhwal keuangan pada bisnis baru anda tersebut. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BOTOL : Berani Optimis Tenaga Orang Lain
18. Jangan terampil
Jika anda bermimpi menjadi seorang Entrepreneur dan bukan seorang worker alias pekerja maka saya ingatkan ya, sekali-kali anda jangan sampai terampil, mengapa??? Karena e karena jika anda terlanjur terampil maka ada kemunkinan anda akan asyik dengan bisnis anda tsb dan akibatnya bisnis anda itu tidak berkembang karena anda sudah terlalu fokus dengan bisnis tsb. Jadi kalau anda buka bisnis cukup diawal-awal aja anda fokus dan setelah berjalan lancar segera anda tinggalkan bisnis itu untuk mencari peluang lain yang munkin lebih besar.
19. Harus Malas, punya usaha cuman satu, males ah...bikin lagi...
Sekali lagi malas itu penting buat seorang Entrepreneur, karena yang rajin sudah banyak, coba lihat data statistik berapa persen dari penduduk Indonesia yang menyandang status pekerja, cukup besar bukan ??? dan merekalah orang-orang yang wajib rajin dan mereka juga yang bikin macet Jakarta (he he he, yang merasa jadi karyawan termasuk saya, jangan marah ya) dan bandingkan dengan kecilnya jumlah pengusaha yang jumlahnya tak lebih dari 0,19% dari penduduk Indonesia. Jadi buat seorang Entrepreneur itu harus malas, jika anda baru punya satu bisnis, kan malas tuh, ya udah bikin satu lagi, kalau malas lagi ya bikin lagi ....
20. Jangan rasional, cukup pake insting, belaga GILA
Jika anda sudah terbiasa dengan otak kanan anda, maka kadang-kadang untuk membuka bisnis baru itu cukup pakai insting, jadi kalau insting anda mengatakan bahwa bisnis tsb akan sukses maka segera saja buka bisnis tsb, jangan menunggu ini itu lagi, karena kadang-kadang memang harus irrasional, sekali-kalilah ga pake otak, karena sebenarnya ga pake otak itu sebenarnya make otak juga tapi pake otak kanan, yang tanpa perhitungan. Bukankah dalam obrolan sehari-hari kita sering dengar orang bilang ga pake otak loe ya ??? berarti sebenarnya sudah pake otak, tapi otak yang irrasional.
.... Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-3 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
Sepuluh Resume Ke-1 Cara Gila Jadi Entrepreneur
Setelah menyimak materi Cara Gila Jadi Entrepreneur Disc 1&2 (yang dipinjam dari seorang teman yang memiliki Disc-nya) oleh Purdi E Chandra Rektornya Entrepreneur University yang juga merupakan Presdirnya Primagama dan Presdir beberapa jenis usaha lain, maka secara pribadi saya bisa mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadi seorang Pengusaha atau istilah kerennya Entrepreneur at least harus memenuhi 40 item, yang semuanya akan ditulis dalam 4 seri tulisan (satu seri berisi 10 item). Untuk Sepuluh Resume Pertama Cara Gila Jadi Entrepreneur adalah sebagai berikut :
1. Action dulu
Langkah pertama jika kita ingin membuka usaha adalah buka dulu usahanya, jangan lakukan hitung-hitungan dulu, kesampingkan fungsi otak kiri dan untuk sementara gunakan otak kanan, nanti setelah dibuka baru ketauan untung dan ruginya dan baru menggunakan otak kiri. Banyak para calon pengusaha terhenti sebatas buat proposal dan belum lagi usaha itu dijalankan, proposal baru sudah dibuat lagi ha ha ha, kalu begini kejadiannya maka usaha ga bakal jalan, lah gimana mau jalan wong dibuka aja belum ???
2. Tidak diperlukan orang pinter sekolah
Selanjutnya, untuk menjadi pengusaha tidak diperlukan IPK yang tinggi, justru orang-orang yang IPKnya tinggi pada umumnya akan jadi karyawan yang baik dan yang ber IPK rendah akan jadi pengusaha, lah gimana lagi wong udah melamar kemana-mana ga diterima, ya mau ga mau bikin usaha sendiri, wakakakakaka, malah kata Purdi, klo IPK > 3 itu sudah bahaya loe, kekekeke, makanya si Purdi senang ketika dia sering dipanggil oleh guru BP karena anaknya yang sekolah disana mendapat ranking diatas 20 terus, ha ha ha
3. Mulai latihan malas, senin-rabu ga usah masuk....
Seorang Entrepreneur biasanya adalah orang yang malas untuk diatur oleh orang lain dan malas untuk mengikuti aturan yang biasanya diterapkan disebuah perusahaan seperti harus masuk jam 7 pagi dan pulang jam 4 sore, pakai seragam, tidak boleh bolos, etc etc, dan intinya anda orang yang agak susah untuk disiplin. Nah jika anda merupakan orang yang memiliki karakter demikian atau minimal mirip-mirip maka sebenarnya anda ga cocok jadi karyawan dan semestinya anda jadi pengusaha dan sebaliknya jika anda bukan merupakan tipe orang yang demikian maka cobalah untuk mulai latihan malas, misalnya nanti senin mulai ga usah masuk kerja, terus selasa bolos, dan rabu ga usah masuk kerja lagi dan kamisnya pasti di PHK dan tentu saja anda akan berusaha untuk mencari kerjaan lain dan kalau ga dapat-dapat maka anda mau ga mau harus jadi seorang Entrepreneur ha ha ha
4. Berani membuka usaha walaupun ga ada uang > BODOL
Dalam memulai suatu usaha faktor yang paling sering menjadi hambatan bagi sebagian besar orang adalah ga ada modal alias ga ada uang, padahal dalam memulai usaha itu ga mesti harus berasal dari duit anda dulu, bisa aja anda bekerja sebagai pengelola dan anda mencari seorang pemodal untuk modalin usaha anda tsb atau bisa jadi anda mengajukan pinjaman ke BANK, yang paling bagus ya Bank Syariah karena selain halal juga marginnya tetap dan ga akan berubah-ubah walaupun BI Rate naik atau harga dolar naik dst dst, yang penting anda berani dan optimis. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
5. Berani gagal, karena jatah gagal harus segera dihabisin ha ha ha
Kadang orang ga mau mulai usaha karena takut gagal, padahal kita ga akan tau bahwa kita akan gagal atau malah berhasil jika kita tidak mencoba membuka usaha itu. Artinya apa, buka aja usaha itu nanti kalau gagal ya lain lagi ceritanya, malah semestinya seorang Entrepreneur harus pernah gagal dan jatah gagal setiap orang itu adalah berbeda-beda, misal saya jatah gagalnya 5 maka kalau sekarang saya gagal paling ga kegagalan saya sudah berkurang 1 dan yang tersisa tinggal 4 toh??? dan itu harus segera dihabisin ha ha ha... nanti setelah jatah gagalnya habis berarti tinggal giliran berhasil ya ga ???
6. Jangan takut resiko (Resiko ~ Rezeki)
Hambatan lain yang sering menjadi barrier seseorang dalam membuka usaha adalah karena takut resiko, padahal kata Purdi, asal kata Resiko itu adalah Rezeki (tau dari mana ini sumbernya, kok maksain bgt ya.......dasar GILA ha ha ha), jadi makin tinggi resikonya maka rezekinya akan semakin gede dan makin kecil resikonya maka rezekinya makin kecil juga dalam arti kata lain Resiko itu akan berbanding lurus dengan Rezeki, dalam istilah strategi marketing kita kenal dengan istilah "High Risk High Return Low Risk Low Return". Sebagai contoh resiko seorang pemilik restoran dengan seorang pencuci piring di resto tsb adalah berbeda, jika si pencuci piring resikonya adalah memecahkan piring maka resiko pemilik resto adalah memecahkan resto dan tentu saja rezeki sang pencuci piring akan berbeda dengan si pemilik resto, adil bukan ???
7. Harus sering melatih otak kanan
Agar otak kanan kita aktif maka harus sering dilatih, misalnya saja dalam memilih olahraga jangan pilih yang hitung-hitungan seperti badminton, tenis, bola voli itu sebagian dari contoh olahraga yang menggunakan hitung-hitungan, oleh karena itu hindari olahraga yang demikian dan sebaliknya terus menggalakkan olahraga seperti jalan santai, fun bike, marathon etc
8. Harus kreatif membuat nuansa yang berbeda dengan bisnis serupa
Kadang orang takut membuka usaha dengan alasan sudah ada bisnis yang sama di tempat tsb tetapi jangan salah asal kita kreatif membuat nuansa yang berbeda maka insyaallah itu merupakan daya tarik tersendiri. Misalnya saja anda mebuka warung bakso, jika bakso yang lain berbentuk bulat maka munkin anda bisa membuatnya dalam bentuk lain misalnya aja kotak, segitiga, segi enam atau bahkan bentuk love dan anda namakan sebagai "warung bakso cinta" atau bisa saja anda membuka toko buku dan setiap bulan anda memberikan promo untuk jenis produk-produk tertentu itu adalah sekelumit contoh dari trik kita untuk menampilkan sesuatu yangberbeda dengan bisnis yang serupa.
9. Harus akrab dengan duit
Kalau kita akrab dengan seseorang tentunya kita ga akan segan atau takut untuk bercengkrama dengannya entah munkin makan minum bersama, entah mau minjam apa-apa, atau bahkan curhat dst dst, demikian juga dengan duit. Jika kita sudah akrab dengan duit kita ga akan segan-segan untuk melakukan sesuatu terhadapnya, entah menginvestasikannya, entah mengubah bentuknya jadi properti atau bahkan menghabiskannya untuk kepentingan yang produktif tentunya. Nah kalau anda sudah akrab dengan duit, maka anda ga akan takut rugi dan juga siap untuk untung, wong udah akrab, keluar masuk biasa aja. Nanti setelah jadi pengusaha yakin deh anda akan semakin akrab dengan yang namanya duit. Banding jika anda hanya jadi karyawan paling ketemu duit sebulan sekali, kan ga akrab (ha ha ha), klo jadi pengusaha bisa jadi anda akan ketemu duit tiap hari atau bahkan tiap menit.
10. Pake duit orang lain biar banyak yang mendoakan > BODOL
Sebenarnya usaha dengan menggunakan duit orang lain itu enak sekali, disamping kita ga perlu modal alias modal dengkul (munkin bisa disebabkan uang kita di deposito kan atau bahkan memang kita memang ga punya uang sama sekali) juga ada sisi positif yang lain yaitu banyak yang mendoakan keberhasilan usaha kita. Semakin banyak orang yang joint di usaha kita maka akan semakin banyak yang berdoa, terlepas dari pada mereka berdoa murni untuk keberhasilan kita atau ga, akan tetapi yang pasti karena ada rasa ketakutan akan modalnya yang akan ikut tergulung jika usaha kita gulung tikar. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
.... Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-2 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
1. Action dulu
Langkah pertama jika kita ingin membuka usaha adalah buka dulu usahanya, jangan lakukan hitung-hitungan dulu, kesampingkan fungsi otak kiri dan untuk sementara gunakan otak kanan, nanti setelah dibuka baru ketauan untung dan ruginya dan baru menggunakan otak kiri. Banyak para calon pengusaha terhenti sebatas buat proposal dan belum lagi usaha itu dijalankan, proposal baru sudah dibuat lagi ha ha ha, kalu begini kejadiannya maka usaha ga bakal jalan, lah gimana mau jalan wong dibuka aja belum ???
2. Tidak diperlukan orang pinter sekolah
Selanjutnya, untuk menjadi pengusaha tidak diperlukan IPK yang tinggi, justru orang-orang yang IPKnya tinggi pada umumnya akan jadi karyawan yang baik dan yang ber IPK rendah akan jadi pengusaha, lah gimana lagi wong udah melamar kemana-mana ga diterima, ya mau ga mau bikin usaha sendiri, wakakakakaka, malah kata Purdi, klo IPK > 3 itu sudah bahaya loe, kekekeke, makanya si Purdi senang ketika dia sering dipanggil oleh guru BP karena anaknya yang sekolah disana mendapat ranking diatas 20 terus, ha ha ha
3. Mulai latihan malas, senin-rabu ga usah masuk....
Seorang Entrepreneur biasanya adalah orang yang malas untuk diatur oleh orang lain dan malas untuk mengikuti aturan yang biasanya diterapkan disebuah perusahaan seperti harus masuk jam 7 pagi dan pulang jam 4 sore, pakai seragam, tidak boleh bolos, etc etc, dan intinya anda orang yang agak susah untuk disiplin. Nah jika anda merupakan orang yang memiliki karakter demikian atau minimal mirip-mirip maka sebenarnya anda ga cocok jadi karyawan dan semestinya anda jadi pengusaha dan sebaliknya jika anda bukan merupakan tipe orang yang demikian maka cobalah untuk mulai latihan malas, misalnya nanti senin mulai ga usah masuk kerja, terus selasa bolos, dan rabu ga usah masuk kerja lagi dan kamisnya pasti di PHK dan tentu saja anda akan berusaha untuk mencari kerjaan lain dan kalau ga dapat-dapat maka anda mau ga mau harus jadi seorang Entrepreneur ha ha ha
4. Berani membuka usaha walaupun ga ada uang > BODOL
Dalam memulai suatu usaha faktor yang paling sering menjadi hambatan bagi sebagian besar orang adalah ga ada modal alias ga ada uang, padahal dalam memulai usaha itu ga mesti harus berasal dari duit anda dulu, bisa aja anda bekerja sebagai pengelola dan anda mencari seorang pemodal untuk modalin usaha anda tsb atau bisa jadi anda mengajukan pinjaman ke BANK, yang paling bagus ya Bank Syariah karena selain halal juga marginnya tetap dan ga akan berubah-ubah walaupun BI Rate naik atau harga dolar naik dst dst, yang penting anda berani dan optimis. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
5. Berani gagal, karena jatah gagal harus segera dihabisin ha ha ha
Kadang orang ga mau mulai usaha karena takut gagal, padahal kita ga akan tau bahwa kita akan gagal atau malah berhasil jika kita tidak mencoba membuka usaha itu. Artinya apa, buka aja usaha itu nanti kalau gagal ya lain lagi ceritanya, malah semestinya seorang Entrepreneur harus pernah gagal dan jatah gagal setiap orang itu adalah berbeda-beda, misal saya jatah gagalnya 5 maka kalau sekarang saya gagal paling ga kegagalan saya sudah berkurang 1 dan yang tersisa tinggal 4 toh??? dan itu harus segera dihabisin ha ha ha... nanti setelah jatah gagalnya habis berarti tinggal giliran berhasil ya ga ???
6. Jangan takut resiko (Resiko ~ Rezeki)
Hambatan lain yang sering menjadi barrier seseorang dalam membuka usaha adalah karena takut resiko, padahal kata Purdi, asal kata Resiko itu adalah Rezeki (tau dari mana ini sumbernya, kok maksain bgt ya.......dasar GILA ha ha ha), jadi makin tinggi resikonya maka rezekinya akan semakin gede dan makin kecil resikonya maka rezekinya makin kecil juga dalam arti kata lain Resiko itu akan berbanding lurus dengan Rezeki, dalam istilah strategi marketing kita kenal dengan istilah "High Risk High Return Low Risk Low Return". Sebagai contoh resiko seorang pemilik restoran dengan seorang pencuci piring di resto tsb adalah berbeda, jika si pencuci piring resikonya adalah memecahkan piring maka resiko pemilik resto adalah memecahkan resto dan tentu saja rezeki sang pencuci piring akan berbeda dengan si pemilik resto, adil bukan ???
7. Harus sering melatih otak kanan
Agar otak kanan kita aktif maka harus sering dilatih, misalnya saja dalam memilih olahraga jangan pilih yang hitung-hitungan seperti badminton, tenis, bola voli itu sebagian dari contoh olahraga yang menggunakan hitung-hitungan, oleh karena itu hindari olahraga yang demikian dan sebaliknya terus menggalakkan olahraga seperti jalan santai, fun bike, marathon etc
8. Harus kreatif membuat nuansa yang berbeda dengan bisnis serupa
Kadang orang takut membuka usaha dengan alasan sudah ada bisnis yang sama di tempat tsb tetapi jangan salah asal kita kreatif membuat nuansa yang berbeda maka insyaallah itu merupakan daya tarik tersendiri. Misalnya saja anda mebuka warung bakso, jika bakso yang lain berbentuk bulat maka munkin anda bisa membuatnya dalam bentuk lain misalnya aja kotak, segitiga, segi enam atau bahkan bentuk love dan anda namakan sebagai "warung bakso cinta" atau bisa saja anda membuka toko buku dan setiap bulan anda memberikan promo untuk jenis produk-produk tertentu itu adalah sekelumit contoh dari trik kita untuk menampilkan sesuatu yangberbeda dengan bisnis yang serupa.
9. Harus akrab dengan duit
Kalau kita akrab dengan seseorang tentunya kita ga akan segan atau takut untuk bercengkrama dengannya entah munkin makan minum bersama, entah mau minjam apa-apa, atau bahkan curhat dst dst, demikian juga dengan duit. Jika kita sudah akrab dengan duit kita ga akan segan-segan untuk melakukan sesuatu terhadapnya, entah menginvestasikannya, entah mengubah bentuknya jadi properti atau bahkan menghabiskannya untuk kepentingan yang produktif tentunya. Nah kalau anda sudah akrab dengan duit, maka anda ga akan takut rugi dan juga siap untuk untung, wong udah akrab, keluar masuk biasa aja. Nanti setelah jadi pengusaha yakin deh anda akan semakin akrab dengan yang namanya duit. Banding jika anda hanya jadi karyawan paling ketemu duit sebulan sekali, kan ga akrab (ha ha ha), klo jadi pengusaha bisa jadi anda akan ketemu duit tiap hari atau bahkan tiap menit.
10. Pake duit orang lain biar banyak yang mendoakan > BODOL
Sebenarnya usaha dengan menggunakan duit orang lain itu enak sekali, disamping kita ga perlu modal alias modal dengkul (munkin bisa disebabkan uang kita di deposito kan atau bahkan memang kita memang ga punya uang sama sekali) juga ada sisi positif yang lain yaitu banyak yang mendoakan keberhasilan usaha kita. Semakin banyak orang yang joint di usaha kita maka akan semakin banyak yang berdoa, terlepas dari pada mereka berdoa murni untuk keberhasilan kita atau ga, akan tetapi yang pasti karena ada rasa ketakutan akan modalnya yang akan ikut tergulung jika usaha kita gulung tikar. Sebagai catatan trik ini dikenal dengan singkatan BODOL : Berani Optimis Duit Orang Lain
.... Bersambung ke >>> Sepuluh Resume Ke-2 Cara Gila Jadi Entrepreneur ....
Subscribe to:
Posts (Atom)