Suatu waktu kita pasti pernah berharap kepada orang lain entah itu teman baik kita, relasi bisnis kita bahkan munkin anggota keluarga kita seperti ayah, ibu, adik, kakak bahkan istri kita. Kadangkala harapan kita sesuai dengan kenyataan yang ada tapi tak jarang apa yang terjadi bukan merupakan sesuatu yang kita harapkan.
Suatu ketika saya pernah deal dengan seorang relasi dan sudah janji untuk melakukannya pada tanggal bulan tahun bahkan jam yang sudah dijanjikan, tetapi apa yang terjadi, lagi-lagi gagal (mending kalau sayanya dikabarin entah sms atau telepon), berbagai alasan disampaikan untuk melakukan pembenaran atas keingkarannya atas deal yang sudah dilakukan entah ada perlu kesinilah, entah lagi ga enak badanlah jadi ga bisa datang, atau bahkan masih pikir-pikir lagi, wallahua'lam apakah alasan-alasan tadi hanyalah sebagai suatu alibi untuk menjustifikasi kekhianatannya atau munkin memang beliau berhalangan, smoga saya tetap bisa berhusnuzhon.
Hal diatas hanyalah sekelumit cerita tentang harapan kita kepada makhluk Allah yang tidak berakhir pada happy ending, tapi munkin di satu waktu harapan kita sesuai dengan kenyataan yang ada walaupun itu lebih jarang terjadi. Namun yang jelas jika kita berharap kepada makhluk Allah maka siap-siap saja untuk kecewa karena itu akan lebih sering terjadi.
Namun tidak demikian halnya dengan harapan kepada Allah, karena dengan berharap kepada Allah yakinlah kita tidak akan kecewa, melalui berdoa kepada Allah gantungkanlah harapan sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya maka InsyaAllah kita tidak akan kecewa bahkan kalau harapan kita itu tidak dipenuhi Allah di dunia maka InsyaAllah akan diganti di akhirat dengan yang lebih baik. Pada salah satu riwayat hadits diceritakan bahwa jika kita mengetahui bahwa semua harapan atas doa kita yang ditangguhkan di dunia akan diganti di akhirat yang lebih kekal maka niscaya semua orang berharap agar apapun harapannya yang disampaikan melalui doa-doa yang panjang di dunia ini tidak dipenuhi dan diganti di akhirat saja. Subhanallah.....sungguh beruntung orang-orang yang berharap hanya kepada Allah dan tidak kepada makhluknya yang dhaif.....
mrupakan hasil pembelajaran tentang kehidupan yang dirilis kembali sebagai catatan perjalanan sepanjang hayat
Wednesday, August 11, 2010
Ketika Saat Itu Tiba
=>Ditulis Monday, 3 August 2009
Mbah Surip Telah Meninggal Saat Tiba di RS Pusdikkes
Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Nyawa Mbah Surip tidak bisa terselamatkan oleh dokter di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Penyanyi lagu 'Tak Gendong' itu telah meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut."Jadi pas tiba di sini sudah tidak bernyawa, sudah meninggal," kata Mega, petugas RS Pusdikkes kepada detikcom.Mbah Surip meninggal pukul 11.30 WIB setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun apa penyebab meninggalnya penyanyi gimbal itu belum diketahui.
Demikian petikan breaking news 10 menit yang lalu ...
Memang kadang hidup dan mati orang ga bisa kita tebak, kematian kadang datang dikala seorang anak manusia masih muda, ada juga yang sampai memasuki usia tua bahkan diatas usia Rosulullah dikala wafat yaitu 63 th, tapi ada juga yang masih bayi dan bahkan ada kalanya kematian datang pada saat seorang anak manusia masih berada dalam kandungan sang bundanya, kematian juga bisa datang pada orang susah demkian juga ia bisa datang pada orang kaya raya, kematian bisa datang pada orang kafir dan ia juga bisa datang pada orang muslim, bahkan kematian bisa datang pada puncak karir seseorang seperti yang baru saja diberitakan......Mbah Surip, katanya sih...seorang penyanyi fenomenal yang berhasil menangguk royalti yang cukup fantastis dalam waktu relatif singkat yaitu 8,5 milyar hanya dari RBT saja dan kurang lebih 1 bulan yanga lalu, kematian juga mendatangangi seorang raja pop dunia "Jacko" yang tentu saja kekayaannya jauh dan jauh sekali diatas seorang Mbah Surip dan kematian tidak datang menunggu kita siap dulu karena kematian bisa datang kapan saja, itulah kematian yang merupakan rahasia Allah, kapan dan dimana kita ga akan pernah tau.
Jika kematian bisa kita ketahui kapan dan dimananya, tentu kita akan banyak berbuat baik beramal shaleh dan bahkan munkin kita menggadang-gadang agar mati pada saat sedang shalat berjamah dimasjid atau sedang melakukan ibadah haji di tanah suci Makkah atau sedang bersedekah dengan puluhan bahkan ratusan dan ribuan anak yatim dll dll
Yang pasti, karena kematian itu pasti adanya sesuai firman Allah : ... kullu nafsin dzaiqatul maut ..... bahwa "setiap yang berjiwa akan merasakan mati", maka tentunya kita harus selalu mempersiapkan diri dengan bekal terbaik, kita ini ibarat seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan, maka berbekalah degan sebaik-baik bekal sebelum saat itu tiba dan sebaik-baik bekal itu adalah TAQWA
Ya Allah, Engkaulah yang maha membolak balik hati, Janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, matikanlah kami dalam kedaan muttaqin dan matikanlah kami diantara orang-orang mukmin serta kumpulkanlah kami bersama Rosulullah SAW, bersama keluarga kami, ayah bunda kami, kakek nenek kami, Amien ...Ya Allah.
Ya Allah maafkanlah hambaMu yang dhaif ini yang sampai sekarang secara jujur masih takut mati, karena terkadang masih hidup bergelimang dosa-dosa yang munkin tak kuasa diri ini melakukan tabulasi satu demi satu karena begitu banyaknya, bahkan lidah ini merasa kelu untuk menyebutkanya, jari jemari ini tak kuat untuk menyentuh keyboard dan menuliskannya, otak ini tak kuat untuk mengingatnya, bahkan munkin halaman demi halaman blog ini tak bisa untuk menampung semuanya, karena begitu banyak dosa yang telah dilakukan; yang terkadang lalai akan shalat, yang terkadang sombong, angkuh, iri, dengki, ghibah, durhaka dan munkin riya' dll dll yang semuanya munkin pernah dilakukan entah sengaja atau tidak entah sadar atau tidak entah diulang lagi atau tidak ..... tapi yang pasti hamba tau bahwa Engkau Maha Pengampun, luasnya ampunanmu seluas 9 lautan, 9 samudra dan bahkan aku yakin lebih luas dari itu, Engkau Maha Pengasih Maha Penyayang, besarnya kasih sayangmu sebesar 9 gunung Uhud, 9 planet di tata surya bahkan aku yakin lebih dari itu,...
Oleh karena itu ya Allah dengan sifat Arrahman dan Arrahim-Mu kami mohon kepadamu, maafkanlah jika kami salah atau berdosa, janganlah engkau hukum kami karena dosa-dosa kami tapi ampunilah kami, karena kami tau kami tak akan sanggup menahan azabmu tetapi tanpa kasih sayangmu dan tentu saja ampunanmu Ya Allah, kami tidak akan lolos dari itu. Ya Rahman Ya Rahim Engkaulah yang Maha Bijaksana, Engkau yang Maha Memilih, pilihlah kami sebagai hamba-hambaMu yang tetap dalam ampunan dan ridhoMu, yang tetap dijalanMu dan masukanlah kami kedalam surgaMu dengan segala RidhoMu, Amien .... Ya Allah.
Mbah Surip Telah Meninggal Saat Tiba di RS Pusdikkes
Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Nyawa Mbah Surip tidak bisa terselamatkan oleh dokter di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Penyanyi lagu 'Tak Gendong' itu telah meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut."Jadi pas tiba di sini sudah tidak bernyawa, sudah meninggal," kata Mega, petugas RS Pusdikkes kepada detikcom.Mbah Surip meninggal pukul 11.30 WIB setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun apa penyebab meninggalnya penyanyi gimbal itu belum diketahui.
Demikian petikan breaking news 10 menit yang lalu ...
Memang kadang hidup dan mati orang ga bisa kita tebak, kematian kadang datang dikala seorang anak manusia masih muda, ada juga yang sampai memasuki usia tua bahkan diatas usia Rosulullah dikala wafat yaitu 63 th, tapi ada juga yang masih bayi dan bahkan ada kalanya kematian datang pada saat seorang anak manusia masih berada dalam kandungan sang bundanya, kematian juga bisa datang pada orang susah demkian juga ia bisa datang pada orang kaya raya, kematian bisa datang pada orang kafir dan ia juga bisa datang pada orang muslim, bahkan kematian bisa datang pada puncak karir seseorang seperti yang baru saja diberitakan......Mbah Surip, katanya sih...seorang penyanyi fenomenal yang berhasil menangguk royalti yang cukup fantastis dalam waktu relatif singkat yaitu 8,5 milyar hanya dari RBT saja dan kurang lebih 1 bulan yanga lalu, kematian juga mendatangangi seorang raja pop dunia "Jacko" yang tentu saja kekayaannya jauh dan jauh sekali diatas seorang Mbah Surip dan kematian tidak datang menunggu kita siap dulu karena kematian bisa datang kapan saja, itulah kematian yang merupakan rahasia Allah, kapan dan dimana kita ga akan pernah tau.
Jika kematian bisa kita ketahui kapan dan dimananya, tentu kita akan banyak berbuat baik beramal shaleh dan bahkan munkin kita menggadang-gadang agar mati pada saat sedang shalat berjamah dimasjid atau sedang melakukan ibadah haji di tanah suci Makkah atau sedang bersedekah dengan puluhan bahkan ratusan dan ribuan anak yatim dll dll
Yang pasti, karena kematian itu pasti adanya sesuai firman Allah : ... kullu nafsin dzaiqatul maut ..... bahwa "setiap yang berjiwa akan merasakan mati", maka tentunya kita harus selalu mempersiapkan diri dengan bekal terbaik, kita ini ibarat seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan, maka berbekalah degan sebaik-baik bekal sebelum saat itu tiba dan sebaik-baik bekal itu adalah TAQWA
Ya Allah, Engkaulah yang maha membolak balik hati, Janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, matikanlah kami dalam kedaan muttaqin dan matikanlah kami diantara orang-orang mukmin serta kumpulkanlah kami bersama Rosulullah SAW, bersama keluarga kami, ayah bunda kami, kakek nenek kami, Amien ...Ya Allah.
Ya Allah maafkanlah hambaMu yang dhaif ini yang sampai sekarang secara jujur masih takut mati, karena terkadang masih hidup bergelimang dosa-dosa yang munkin tak kuasa diri ini melakukan tabulasi satu demi satu karena begitu banyaknya, bahkan lidah ini merasa kelu untuk menyebutkanya, jari jemari ini tak kuat untuk menyentuh keyboard dan menuliskannya, otak ini tak kuat untuk mengingatnya, bahkan munkin halaman demi halaman blog ini tak bisa untuk menampung semuanya, karena begitu banyak dosa yang telah dilakukan; yang terkadang lalai akan shalat, yang terkadang sombong, angkuh, iri, dengki, ghibah, durhaka dan munkin riya' dll dll yang semuanya munkin pernah dilakukan entah sengaja atau tidak entah sadar atau tidak entah diulang lagi atau tidak ..... tapi yang pasti hamba tau bahwa Engkau Maha Pengampun, luasnya ampunanmu seluas 9 lautan, 9 samudra dan bahkan aku yakin lebih luas dari itu, Engkau Maha Pengasih Maha Penyayang, besarnya kasih sayangmu sebesar 9 gunung Uhud, 9 planet di tata surya bahkan aku yakin lebih dari itu,...
Oleh karena itu ya Allah dengan sifat Arrahman dan Arrahim-Mu kami mohon kepadamu, maafkanlah jika kami salah atau berdosa, janganlah engkau hukum kami karena dosa-dosa kami tapi ampunilah kami, karena kami tau kami tak akan sanggup menahan azabmu tetapi tanpa kasih sayangmu dan tentu saja ampunanmu Ya Allah, kami tidak akan lolos dari itu. Ya Rahman Ya Rahim Engkaulah yang Maha Bijaksana, Engkau yang Maha Memilih, pilihlah kami sebagai hamba-hambaMu yang tetap dalam ampunan dan ridhoMu, yang tetap dijalanMu dan masukanlah kami kedalam surgaMu dengan segala RidhoMu, Amien .... Ya Allah.
Dialah Bunga Teratai di kolam yang kotor
=> Ditulis Tuesday, 28 July 2009
“Saya memilih JK berdasar jejak rekam dan kiprahnya dalam politik kebangsaan selama 10 tahun terakhir, yang saya nilai positif dan berani. Seandainya JK lahir di Jawa, Kalimantan, atau Ende, tetapi dengan jejak rekam yang sama, saya tetap memilihnya,” demikian paparan Ahmad Syafii Maarif sebagaimana ditulis dalam opininya di sebuah media cetak.
Pilpres memang sudah usai dan pemenangnya sementara ini adalah pasangan Sby-Budi, bagi saya ini bukan persoalan menang atau kalah tapi lebih dari itu, karena ini persoalan benar atau salah. Bagi saya JK tetaplah presiden di hati saya, tapi munkin karena partai yang mendukungnya adalah partai eranya orde baru maka tidak heran kalau dalam pilpres kemarin beliau hanya mengumpulkan 12,41% suara.
Sayang sekali memang, karena beliau bagaikan Bunga Teratai dikolam yang kotor dan lebih disayangkan lagi bahwa rakyat indonesia lebih melihat kepada kolamnya dan bukan pada Bunga Teratai-nya, padahal dimata saya JK adalah seorang tokoh yang unik dan menarik karena sikap rendah hati, egaliter dan sederhananya, menjadikan sosok JK sebagai inspirasi bagi lainnya. Dalam proses perjalanan NKRI, kiprah JK tak bisa dipandang sebelah mata. Proses damai di Aceh, Ambon dan daerah konflik lainnya tak lepas dari sikap humanis JK yang menonjol. Ketauladanan JK tetap akan menjadi bekal bagi generasi mendatang .....
Kini beliau siap2 pulang kampung sesuai dengan janji politiknya untuk pulang kampung jika kalah dalam pilpres, satu yang tak pernah tertinggal adalah senyum khasnya. Senyum yang selalu menghiasi bibir capres yang hanya mengumpulkan 12,41% suara itu....
Selamat jalan Pak JK, bagaimanapun bunga teratai akan tetap indah meskipun berada di kolam yang kotor, smoga pengabdianmu kepada bangsa dan negara tetap berjalan walaupun anda bukan presiden terpilih bangsa ini ... karena dihati saya Pak JK tetaplah Presiden .......
“Saya memilih JK berdasar jejak rekam dan kiprahnya dalam politik kebangsaan selama 10 tahun terakhir, yang saya nilai positif dan berani. Seandainya JK lahir di Jawa, Kalimantan, atau Ende, tetapi dengan jejak rekam yang sama, saya tetap memilihnya,” demikian paparan Ahmad Syafii Maarif sebagaimana ditulis dalam opininya di sebuah media cetak.
Pilpres memang sudah usai dan pemenangnya sementara ini adalah pasangan Sby-Budi, bagi saya ini bukan persoalan menang atau kalah tapi lebih dari itu, karena ini persoalan benar atau salah. Bagi saya JK tetaplah presiden di hati saya, tapi munkin karena partai yang mendukungnya adalah partai eranya orde baru maka tidak heran kalau dalam pilpres kemarin beliau hanya mengumpulkan 12,41% suara.
Sayang sekali memang, karena beliau bagaikan Bunga Teratai dikolam yang kotor dan lebih disayangkan lagi bahwa rakyat indonesia lebih melihat kepada kolamnya dan bukan pada Bunga Teratai-nya, padahal dimata saya JK adalah seorang tokoh yang unik dan menarik karena sikap rendah hati, egaliter dan sederhananya, menjadikan sosok JK sebagai inspirasi bagi lainnya. Dalam proses perjalanan NKRI, kiprah JK tak bisa dipandang sebelah mata. Proses damai di Aceh, Ambon dan daerah konflik lainnya tak lepas dari sikap humanis JK yang menonjol. Ketauladanan JK tetap akan menjadi bekal bagi generasi mendatang .....
Kini beliau siap2 pulang kampung sesuai dengan janji politiknya untuk pulang kampung jika kalah dalam pilpres, satu yang tak pernah tertinggal adalah senyum khasnya. Senyum yang selalu menghiasi bibir capres yang hanya mengumpulkan 12,41% suara itu....
Selamat jalan Pak JK, bagaimanapun bunga teratai akan tetap indah meskipun berada di kolam yang kotor, smoga pengabdianmu kepada bangsa dan negara tetap berjalan walaupun anda bukan presiden terpilih bangsa ini ... karena dihati saya Pak JK tetaplah Presiden .......
Subscribe to:
Posts (Atom)